Cara Mengurangi Limbah Elektronik

Kartika Rachmania, Kamis, 1 September 2022

E-waste atau limbah elektronik adalah produk elektronik atau peralatan listrik yang sudah tidak berfungsi, tidak diinginkan, atau sudah mendekati akhir masa pakai yang dibuang oleh pengguna. Contoh barang-barang yang digunakan sehari-hari adalah komputer, laptop, dan smartphone. Ketika model baru dikeluarkan, pengguna alat-alat tersebut biasanya langsung mengganti dengan yang baru padahal alat yang lama masih berfungsi dengan baik. Hal ini yang akhirnya menyebabkan penumpukan limbah elektronik.


Contoh produk elektronik lainnya yaitu televisi, stereo, mesin fotokopi, dan mesin faks. Limbah elektronik sangat berbahaya karena bahan kimia beracun secara alami terlepas dari logam saat dikubur. 


Bahaya Limbah Elektronik

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), risiko kesehatan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan bahan beracun yang keluar dari limbah elektronik. Ini termasuk mineral seperti timbal, kadmium, kromium, penghambat api brominasi, atau bifenil poliklorinasi (PCB). Bahaya juga bisa datang dari menghirup asap beracun, serta dari akumulasi bahan kimia di tanah, air, dan makanan.


Hal ini tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga hewan darat dan laut. Di negara berkembang, risikonya sangat tinggi karena beberapa negara maju mengirim e-waste mereka ke sana. Penelitian telah menunjukkan limbah elektronik global ini bukan hanya merugikan orang yang bekerja dengan limbah secara langsung tapi juga orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Maka dari itu, perlu dilakukan proses daur ulang yang tepat untuk melindungi dunia di masa mendatang. 


Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah elektronik?

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi jumlah limbah elektronik dari tempat pembuangan sampah: 


Menunda untuk upgrade perangkat selama Anda bisa 

Sebelum membeli laptop atau ponsel baru, pikirkan baik-baik apakah Anda benar-benar membutuhkan perangkat baru untuk pekerjaan atau berkomunikasi secara efektif dengan orang lain? Jika memang tidak terlalu urgent, Anda bisa menunda untuk membeli barang baru.


Reuse 

Jika perangkat elektronik masih berfungsi dengan baik atau hanya memerlukan perbaikan kecil, Anda bisa mencoba untuk memberikannya kepada orang lain. Jika teman atau keluarga tidak menginginkannya, ada badan amal yang akan mengambilnya. Usahakan jangan langsung membuang barang begitu saja.


Mengembalikan barang tersebut ke pabriknya

Jika perangkat yang Anda gunakan telah rusak atau tidak dapat digunakan lagi, Anda bisa menanyakan pada pabriknya apakah mereka memiliki proses untuk mengembalikan barang elektronik lama. Sebagian besar produsen tidak akan mengambil kembali barang di akhir masa pakai, tetapi beberapa akan melakukannya.


Membawa barang-barang tersebut ke fasilitas khusus daur ulang limbah elektronik

Jika memang perangkat yang Anda miliki sudah tidak bisa digunakan kembali, bawalah ke tempat yang benar-benar bisa mendaur ulang limbah elektronik.


Laptop adalah salah satu sumber limbah elektronik. Makin sering membeli perangkat baru, makin menumpuk perangkat lama yang akhirnya menjadi limbah elektronik. Dengan menyewa, perusahaan Anda berkontribusi dalam membantu mengurangi limbah elektronik yang ada di dunia. Asani menyediakan berbagai merek laptop dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jasa Asani bisa dikatakan jasa berbasis langganan karena dengan sewa laptop di Asani, Anda bisa mendapatkan keuntungan lain seperti asuransi dan konsultasi dengan IT Expert

Hubungi Asani untuk mendapatkan penawaran sewa laptop terbaik untuk kantor Anda.



Sumber:

https://www.nhm.ac.uk/discover/what-is-ewaste-and-what-can-we-do-about-it.html

https://www.ewaste1.com/what-is-e-waste/

Another Post