Pentingnya Proses Revisi dalam Proses Kreatif

Kartika Rachmania, Selasa, 20 April 2021

Siapa pun pasti pernah mendengar tahapan revisi dalam proses kegiatan yang berhubungan dengan proses kreatif. Lalu, sebenarnya apa sih revisi itu dan mengapa penting dalam proses kreatif?

Revisi adalah tahap proses perbaikan yang berupa perubahan baik penambahan alternatif atau variasi draft dari konsep yang sedang dikerjakan. Revisi adalah proses modifikasi untuk mencapai tahap final yang sesuai dengan tujuan pembuatan. Salah satu proses revisi yang sering terjadi adalah revisi desain.

Tujuan Revisi

Tujuan revisi adalah memperbaiki dengan melakukan perubahan agar menjadi lebih baik. Tiap proses kreatif diberikan umpan balik untuk meningkatkan kualitas dari hasil akhir. Begitupun dengan revisi desain. Tujuan revisi desain adalah untuk mencapai desain final yang mampu menunjukkan maksud dan tujuan pembuatan secara visual dengan maksimal. Proses revisi tidak dapat diabaikan karena sama-sama menguntungkan bagi pihak klien dan desainernya sendiri untuk mencapai tujuan akhir desain.

Proses revisi dalam tiap perusahaan biasanya agak berbeda. Dalam sebuah agensi iklan, proses revisi dimulai dari art director yang memastikan apakah desain sesuai brief dan arahan kreatif. Jika sudah disetujui, barulah desain ditunjukkan kepada klien untuk diminta feedback. Semua hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa desain sudah sesuai kualitas dan etika perusahaan.

Untuk desainer independent dan freelancer, proses revisi biasanya langsung dilakukan oleh pemberi proyek. Bagaimanapun skala perusahaan, proses revisi ini tak bisa dilewatkan begitu saja. Dari sini, fungsi revisi terlihat yaitu sebagai tahapan untuk mendapatkan kualitas desain final yang lebih baik dan memenuhi tujuan pembuatkan sehingga bisa memuaskan semua pihak.

Kategori revisi desain

1. Revisi Besar

Revisi yang termasuk revisi besar adalah revisi konsep. Revisi ini termasuk kategori revisi besar karena biasanya akan ada perombakan total terhadap semua draft desain yang telah diajukan, bahkan konsep yang baru. Revisi ini terjadi jika draft konsep desain yang diberikan tidak ada yang cocok dan memenuhi keiginan yang sudah disampaikan dalam kreatif brief. Proses dimulai lagi dari awal untuk menggali ide dan pandangan baru yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Revisi banyak memakan waktu dan sumberdaya perusahaan.

2. Revisi Kecil

Revisi kecil terbagi dari 5 revisi yaitu revisi warna, tipografi, bentuk, layout atau format, dan ejaan. Revisi masuk dalah kategori kecil karena berarti konsep awal sudah terpilih dan dianggap cukup sesuai dengan arahan sehingga hanya butuh perbaikan kecil agar lebih sesuai dengan tujuan visual yang ingin dicapai.

Revisi desain merupakan salah satu hal tak boleh dilewatkan dalam proses kreatif. Namun, perlu diperhatikan bahwa jumlah revisi desain yang optimal adalah 2 – 4 kali revisi dari draft awal. Waktu yang dibutuhkan untuk revisi juga berbeda tiap desainer, bisa 4 -5 jam kerja atau lebih tergantung proses yang harus dilalui.

Jika perusahaan membutuhkan laptop atau komputer untuk desainer, Asani bisa membantu untuk menyediakan kebutuhan perusahaan dengan sistem sewa laptop untuk desainer. Anda akan mendapatkan perangkat komputer atau laptop dengan spesifikasi yang cocok untuk kebutuhan desainer sehingga proses kreatif menjadi lebih lancar. 

Another Post